> For the complete documentation index, see [llms.txt](https://proyekdekolonial.gitbook.io/sinema-komunitas/llms.txt). Markdown versions of documentation pages are available by appending `.md` to page URLs; this page is available as [Markdown](https://proyekdekolonial.gitbook.io/sinema-komunitas/sinema-komunitas.md).

# Sinema Komunitas

#### **Ruang Arsip, Pemutaran, dan Pembelajaran Sinema Berbasis Komunitas**

**Sinema Komunitas** adalah salah satu ruang praktik dalam ekosistem **ProyekDekolonial** yang dikembangkan bersama **Sinema Masa Baru** untuk mengarsipkan, menguji, dan membagikan praktik sinema berbasis komunitas.

{% hint style="success" icon="square-dashed-circle-plus" %}
Kami melihat film bukan hanya sebagai karya yang selesai di layar. Film juga dapat menjadi pintu masuk untuk membicarakan tubuh, ingatan, tempat, sejarah, dan relasi sosial yang membentuk kehidupan sehari-hari.
{% endhint %}

{% hint style="success" icon="square-dashed-circle-plus" %}
Karena itu, Sinema Komunitas dirancang sebagai ruang pertemuan antara pembuat film, penonton, komunitas, pengalaman personal, dan percakapan sosial yang lebih luas. Pemutaran film tidak diposisikan hanya sebagai acara menonton, tetapi sebagai ruang belajar bersama.
{% endhint %}

Dalam kerja ini, **dekolonisasi sinema berarti mempertanyakan siapa yang punya akses untuk membuat film, menonton film, membicarakan film, menafsirkan film, dan mengarsipkan pengetahuan yang lahir dari film**. Komunitas tidak ditempatkan hanya sebagai penonton atau sumber cerita, tetapi juga sebagai pihak yang membawa pengalaman, pengetahuan, ingatan, dan cara membaca dari konteks hidup mereka sendiri.

{% hint style="success" icon="campfire" %}
Nama **Sinema Komunitas** dipilih sebagai siasat dekolonial yang sederhana, yaitu cara kecil untuk menggeser pusat perhatian dari film sebagai karya tunggal menuju relasi sosial yang memungkinkan film itu lahir, dibaca, dan dibagikan.&#x20;

Film selalu lahir dari relasi dengan orang-orang, bahasa, tempat, cerita, konflik, ingatan, kerja kolektif, dan pengalaman sosial yang membentuknya.

Dalam banyak praktik sinema, komunitas sering hadir sebagai sumber cerita, lokasi, subjek dokumenter, latar sosial, atau inspirasi artistik. Namun setelah film selesai, pengetahuan dan percakapan yang lahir dari proses itu tidak selalu kembali kepada komunitas yang menjadi sumbernya.

Di sinilah Sinema Komunitas mengambil posisi.

**Kami ingin membalik pertanyaan**: bukan hanya bagaimana komunitas dapat menjadi bahan bagi sinema, tetapi bagaimana sinema dapat kembali menjadi ruang belajar, percakapan, arsip, dan daya bersama bagi komunitas.

Dengan kata lain, Sinema Komunitas bukan hanya tentang memutar film untuk komunitas. Ini adalah upaya membaca ulang hubungan antara film dan komunitas: **siapa yang bercerita**, **siapa yang ditonton**, **siapa yang menafsirkan**, **siapa yang mengarsipkan**, dan s**iapa yang mendapatkan kembali pengetahuan dari proses sinema itu sendiri**.
{% endhint %}

**Yang Kami Kerjakan**

**Pemutaran Film Berbasis Komunitas**

Kami mengorganisasi pemutaran film di berbagai ruang, mulai dari ruang komunitas, ruang belajar alternatif, hingga bioskop independen.

Setiap program dirancang dengan memperhatikan konteks komunitas yang terlibat. Dengan cara ini, pemutaran film tidak berhenti sebagai acara, tetapi menjadi ruang pertemuan, percakapan, dan pembelajaran bersama.

**Workshop dan Diskusi**

Kami memfasilitasi workshop dan diskusi interaktif untuk mengeksplorasi hubungan antara film, tubuh, ingatan, tempat, dan pengalaman kolektif.

Dalam beberapa sesi, film dibaca melalui gambar, suara, ruang, tubuh, dan pengalaman peserta. Diskusi tidak hanya bertanya, “film ini tentang apa?”, tetapi juga “apa yang film ini gerakkan dalam diri kita, dalam komunitas, dan dalam cara kita membaca dunia?”

**Kelas Terbuka**

Kami mengembangkan kelas terbuka sebagai ruang belajar publik tentang sinema, komunitas, arsip, representasi, relasi kuasa, dan praktik membaca film secara kritis. Kelas ini dirancang agar dapat diikuti oleh komunitas, pembuat film, penonton, pekerja budaya, fasilitator, dan siapa pun yang ingin belajar bersama.

Kelas terbuka tidak hanya berisi teori atau keterampilan teknis, tetapi juga pengalaman, percakapan, dan pengetahuan yang dibawa oleh peserta.

***Peer Support*****&#x20;/ Dukungan Sebaya dan Ruang Saling Belajar**

Kami membangun ruang *peer support*, atau dukungan sebaya, bagi orang-orang yang bekerja di sekitar sinema komunitas, kurasi, fasilitasi, produksi, arsip, dan kerja budaya. Ruang ini menjadi tempat saling berbagi metode, tantangan, kegagalan, kebutuhan, dan pembelajaran.

*Peer support* penting karena kerja sinema komunitas sering berjalan dengan sumber daya terbatas, akses yang tidak merata, dan beban kerja yang tidak selalu terlihat. Melalui ruang ini, Sinema Komunitas ingin ikut memperkuat jaringan, solidaritas, dan daya tahan antarpraktisi.

**Eksplorasi Narasi Alternatif**

Kami mendorong pembacaan atas narasi alternatif, arsip yang terlupakan, pengalaman yang jarang terdengar, dan pengetahuan yang hidup di komunitas. Melalui sinema, kami ingin membangun budaya berpikir kritis yang lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari, lebih setara dalam percakapan, dan lebih terbuka terhadap cara membaca yang berbeda.

***

**Posisi dalam Ekosistem ProyekDekolonial**

Dalam ekosistem ProyekDekolonial, Sinema Komunitas tidak berdiri sebagai program tunggal. Ia menjadi salah satu *node* atau simpul yang menghubungkan sinema dengan pembelajaran kolektif, ekspresi budaya, arsip, percakapan publik, dan regenerasi pengetahuan.

Pada peta ekosistem ini, Sinema Komunitas berada dekat dengan alur ***public pollination***, atau penyebaran gagasan ke ruang publik. Istilah ini merujuk pada kerja membagikan pengetahuan, membuka percakapan, dan mempertemukan komunitas melalui medium budaya.

Namun, posisinya juga bergerak ke beberapa arah lain: membaca film sebagai ekspresi budaya, politik dan yang mungkin dieksplorasi, menjadikan pemutaran sebagai ruang belajar bersama, mengarsipkan percakapan, dan mengembalikan pengetahuan kepada komunitas.

<figure><img src="https://4127998908-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FpzhtgWKr0v92ZM8lPD0D%2Fuploads%2FwXg2BlmC7OdqUSVXIbAY%2FPROYEKDEKOLONIAL_REIMAGINING%20NARRATIVE.png?alt=media&amp;token=66d2a54b-7b5a-4a3a-8cca-e116cf90132a" alt=""><figcaption><p><sub>Peta ekosistem ProyekDekolonial. Sinema Komunitas dibaca sebagai salah satu <em>node</em> atau simpul yang menghubungkan <em>public pollination</em>, ekspresi budaya, pembelajaran kolektif, arsip, dan siklus regenerasi pengetahuan.</sub></p></figcaption></figure>

**Sinema Komunitas sebagai jembatan antara arsip, tubuh, dan percakapan publik.**

<table data-view="cards"><thead><tr><th></th><th></th></tr></thead><tbody><tr><td><strong>Cultural Expression</strong></td><td>Sinema adalah ekspresi budaya. Ia bekerja melalui gambar, suara, tubuh, tempat, narasi, estetika, dan pengalaman sosial.</td></tr><tr><td><strong>Collective Learning &#x26; Experiments</strong></td><td>Pemutaran dan kelas terbuka dapat menjadi ruang belajar bersama, bukan kelas satu arah. Penonton, komunitas, fasilitator, dan pembuat film sama-sama membawa pengetahuan.</td></tr><tr><td><strong>Cycle of Feedback, Memory, Regeneration</strong></td><td>Hasil diskusi, catatan pemutaran, respons peserta, zine, dan arsip pembelajaran dapat kembali menjadi bahan refleksi, perbaikan metode, dan regenerasi pengetahuan.</td></tr></tbody></table>

***

#### Ekosistem & Kolaborator

**Sinema Komunitas** tumbuh dari ekosistem **ProyekDekolonial** dan dikembangkan melalui kolaborasi dengan **Sinema Masa Baru**. Keduanya membawa perhatian yang saling melengkapi: ProyekDekolonial pada praktik pengetahuan, relasi kuasa, arsip, dan pedagogi dekolonial; Sinema Masa Baru pada kurasi, pedagogi film, produksi, pemutaran, dan pembacaan sinema sebagai ruang sosial, budaya, dan politik.

{% columns %}
{% column width="25%" %}

<figure><img src="https://4127998908-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FpzhtgWKr0v92ZM8lPD0D%2Fuploads%2FbOa4x5rHSrEwE8w2CyfA%2Flogo-proyekdekolonial.png?alt=media&amp;token=690381b3-4972-409a-b4ca-3e18dfebcffa" alt=""><figcaption></figcaption></figure>
{% endcolumn %}

{% column width="75%" %}
**ProyekDekolonial** adalah ekosistem pengetahuan dan praktik yang menghubungkan lokakarya, arsip, zine, percakapan publik, penelitian, seni, fasilitasi, dan kerja komunitas untuk menguji cara-cara dekolonial dalam belajar, mengingat, mengorganisasi, dan memproduksi pengetahuan.

Dalam kerja Sinema Komunitas, ProyekDekolonial membawa perhatian pada relasi kuasa, praktik pengetahuan, posisi tubuh, ingatan kolektif, dan cara belajar yang lebih kritis, partisipatif, serta berakar pada pengalaman.
{% endcolumn %}
{% endcolumns %}

{% columns %}
{% column width="25%" %}

<figure><img src="https://4127998908-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FpzhtgWKr0v92ZM8lPD0D%2Fuploads%2FLQGMIROW8yzVLizWrMvg%2Flogo-sinema-masa-baru.png?alt=media&amp;token=d84bf09a-cbe4-4e4f-bc66-048db662fcf5" alt=""><figcaption></figcaption></figure>
{% endcolumn %}

{% column width="75%" %}
**Sinema Masa Baru** adalah kolektif film yang berdiri sejak 2017 dan berfokus pada dekolonisasi sinema melalui narasi alternatif, representasi yang beragam, dan praktik sinematik yang berpihak pada komunitas.

Berawal dari klub diskusi film dalam ekosistem **GangWithoutBorders**, Sinema Masa Baru kini mengembangkan produksi, pemutaran, diskusi, dan kolaborasi antara pembuat film, penonton, dan komunitas. Dalam Sinema Komunitas, kolektif ini membawa pengalaman kuratorial, pedagogi film, dan pembacaan sinema sebagai ruang sosial, budaya, dan politik.
{% endcolumn %}
{% endcolumns %}

#### Glosarium Singkat

{% columns %}
{% column %}
**Sinema berbasis komunitas**\
Praktik sinema yang melibatkan komunitas bukan hanya sebagai penonton atau sumber cerita, tetapi juga sebagai pembawa pengalaman, pengetahuan, cara baca, dan arsip hidup.

**Dekolonisasi sinema**\
Upaya memeriksa kembali siapa yang punya akses untuk membuat, menonton, membicarakan, menafsirkan, mengarsipkan, dan memperoleh manfaat dari proses sinema.

**Relasi kuasa**\
Hubungan yang tidak setara dalam akses, suara, otoritas, sumber daya, dan kemampuan menentukan makna.

***Peer support*****&#x20;/ dukungan sebaya**\
Ruang saling bantu antarpraktisi untuk berbagi metode, tantangan, kegagalan, kebutuhan, dan pembelajaran.
{% endcolumn %}

{% column %}
***Public pollination***\
Kerja menyebarkan gagasan, membuka percakapan, dan mempertemukan komunitas melalui medium budaya.

**Pedagogi dekolonial**\
Cara belajar yang memeriksa kuasa, pengalaman, posisi tubuh, ingatan, dan pengetahuan komunitas, bukan hanya memindahkan pengetahuan dari ahli ke peserta.

**Arsip pembelajaran**\
Catatan, materi, zine, dokumentasi, metode, dan refleksi yang disimpan agar dapat dibaca ulang, dibagikan, dikritik, dan digunakan kembali.

**Regenerasi pengetahuan**\
Proses ketika pembelajaran, metode, catatan, dan arsip tidak berhenti sebagai dokumentasi, tetapi dipakai kembali, diperbaiki, dan dikembangkan di ruang lain.
{% endcolumn %}
{% endcolumns %}

#### **Kontak & Korespondensi**

**ProyekDekolonial**

Instagram: [@proyekdekolonial](https://www.instagram.com/proyekdekolonial/)\
Email umum: <proyekdekolonial@gmail.com>\
Email untuk korespondensi alternatif: <proyekdekolonial@proton.me>

<sub>Untuk korespondensi yang membutuhkan perlindungan lebih, termasuk komunikasi yang berkaitan dengan data sensitif, keamanan, atau kebutuhan enkripsi, silakan menghubungi kami melalui <proyekdekolonial@proton.me>.</sub>

**Sinema Masa Baru**

Instagram [@sinemasabaru](https://www.instagram.com/sinemasabaru/)\
Email: <sinemamasabaru@gmail.com>
